Pihak penegak hukum dari Eropa dan Rusia kali ini berhasil menangkap 5 anggota cybercrime kelas kakap. Mereka dilaporkan sudah mencuri uang tunai sebesar $3.200.000 dari ATM menggunakan sebuah malware.

Tiga dari tersangka berhasil ditangkap dan dihukum. Tiga orang tersebut adalah Andrejs Peregudovs (41) dari Latvia, Niklae Penkov (34) dari Moldova, dan Mihail Colibaba (30) dari Romania. Mereka ditangkap di Taiwan oleh Biro Investigasi Kriminal Taiwan musim panas lalu. Mereka dijatuhi hukuman 5 tahun penjara atas peran mereka dalam operasi pencurian ATM besar-besaran. Kasus ini melibatkan 22 orang dari 6 negara.

Geng cybercrime kelas kakap ini menggunakan berbagai teknik hacking yang berbeda untuk menginfeksi ATM dengan malware. Malware ini memaksa ATM untuk mengeluarkan uang tunai.

Penggunaan Spear-Phising untuk menembus Jaringan Internal Bank

Menurut Europol, geng cybercrime tersebut menggunakan email spearphishing yang berisi lampiran berbahaya. Mereka menargetkan karyawan bank dan menembus jaringan internal bank.

Dari sana, Cyber crooks kemudian ditemukan dan menyusup ke jaringan ATM dari dalam. Mereka menggunakan program malware untuk menghapus hampir semua jejak aktivitas mereka.

Namun, tiga tersangka kini berhasil ditangkap dan dihukum. Dan dilaporkan salah satu sisanya berhasil ditangkap oleh Polisi Nasional Rumania. Penangkapan satu tersangka lainnya juga dilakukan oleh Kantor Pusat Belarusia bagian Komite Investigasi. Jadi total 5 pelaku yang tertangkap.

Europol memperkirakan lima tersangka yang ditangkap menimbulkan kerugian bagi bank sekitar $3,2 Juta. Meskipun dalam beberapa kasus, uang yang dicuri sebagian diperoleh kembali dari para pelaku setelah pencairan tunai.

Tiga dari mereka akan dideportasi kembali ke negara asal mereka, ketika hukuman penjara mereka akan berakhir.

Berikut pernyataan Steven WILSON, Kepala European CyberCrime Centre (EC3) Europol :

Mayoritas kejahatan cyber memiliki dimensi internasional. Dengan mempertimbangkan asal-usul tersangka dan tempat-tempat di mana kejahatan dilakukan. Hanya melalui pendekatan yang terkoordinasi di tingkat global antara lembaga penegak hukum. Kami berhasil melacak jaringan kejahatan penipuan skala besar dan membawa mereka ke pengadilan.

European CyberCrime Centre (EC3) Europol membantu penyelidikan dengan mengadakan pertemuan operasional di Eropa dan Asia. Serta memberikan dukungan analitis, dan menganalisis data dan peralatan yagn disita.


Like it? Share with your friends!

Abdul Latif

Comments

error: Content is protected !!