Sudah lebih dari sebulan sejak ransomware WannaCry membuat masalah yang mengakibatkan kekacauan di seluruh dunia dan sekarang orang mulai melupakan WannaCry dan menganggap masalah tersebut sudah berakhir. Tapi sayang, serangan WannaCry belum berakhir.

WannaCry masih menyebar, ransomware itu masih hidup dan bekerja dengan baik. Dilaporkan kali ini ransomware WannaCry serang Honda Motor Company, 55 speed dan sistem kamera lampu lalu lintas di Australia.

Ransomware WannaCry telah berhasil menyerang rumah sakit, penyedia telekomunikasi, dan banyak bisnis di seluruh dunia. Ransomware WannaCry menginfeksi lebih dari 300.000 sistem Windows yang menjalankan SMBv1 di lebih dari 150 negara hanya dalam waktu 72 jam pada tanggal 12 Mei lalu.

Perlu kamu ingat, Worm ini memanfaatkan eksploitasi Windows SMB NSA, yang dijuluki EternalBlue, yang bocor oleh kelompok hacking Shadow Brokers.

Honda Menghentikan Produksi Setelah WannaCry Menginfeksi Komputernya

Di minggu ini, Honda Motor Company mengungkapkan bahwa perusahaan mereka terpaksa menghentikan produksinya lebih dari 24 jam di salah satu pabrik di Jepang setelah mereka menemukan infeksi WannaCry di jaringan komputernya.

Meskipun upaya pengamanan sistem telah di lakukan pihak Honda Motor Company tetap menghentikan produksi lebih dari 1.000 unit kendaraan di pabrik Sayama, barat laut Tokyo, sejak hari Senin 19 Juni lalu setelah menemukan bahwa WannaCry telah mempengaruhi jaringan di seluruh Jepang, Amerika Utara, Eropa, China, dan kawasan lain.

Sementara ini, Honda tidak menjelaskan bagaimana WannaCry masuk ke jaringan mereka. 37 hari setelah seorang periset mengaktifkan kill-switch, jelas bahwa komputer di dalam jaringan Honda menjalankan versi OS Windows yang tidak didukung atau tidak memasang patch yang dikeluarkan oleh Microsoft.

Tidak hanya Honda, Renault dan Nissan juga dikabarkan terinfeksi oleh ransomware WannaCry bulan lalu, yang juga memaksa mereka untuk menghentikan sementara produksi mereka di pabrik-pabrik di Inggris, India, Jepang, Prancis, dan Rumania.

WannaCry Menyerang 55 Sistem Lampu Lalu Lintas dan Kamera Kecepatan di Australia

Korban WannaCry lainnya baru-baru ini terlihat di Australia ketika Polisi Victoria mengkonfirmasi bahwa WannaCry telah menginfeksi 55 kamera lampu lalu lintas dan kamera kecepatan di Victoria melalui operator kamera pribadi Redflex.

Sebuah patch sistem telah diterapkan, yang mencegah penyebaran virus,” ucap kepolisian di negara tersebut. “Departemen sedang dalam proses mengeluarkan virus [WannaCry] dari kamera yang terkena dampak. Situs yang tersisa akan diperbaiki dalam beberapa hari ke depan.

Pihak berwenang percaya bahwa infeksi tersebut adalah hasil dari serangan cyber yang ditargetkan, bukan kesalahan manusiawi yang mungkin terjadi pada teknisi kamera, dan WannaCry masuk melalui USB drive, ucapnya

Pada tahap ini virus perangkat lunak WannaCry telah terdeteksi namun sistem kamera belum terganggu,” kata polisi. “Kami akan melihat semua insiden yang terdeteksi oleh kamera kecepatan dan lampu lalu lintas yang selama ini dipermasalahkan sebagai masalah. Integritas sistem kamera belum terpengaruh.

Nah, cukup mengejutkan. Bahkan setelah mengetahui tentang masalah WannaCry yang sudah cukup lama membuming, perusahaan besar belum menerapkan langkah-langkah keamanan yang tepat untuk mempertahankan diri dari ancaman tersebut.

Baru-baru ini, penyedia web hosting Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa perusahaannya telah membayar uang tebusan $1 juta kepada peretas namun tetap saja peretas masih enggan mengembalikan datanya.

Yang harus kamu pahami sekarang adalah “ketidaktahuan bukanlah kebahagiaan”. Jadi, cepatlah kamu terapkan patch dan nonaktifkan protokol file-sharing SMBv1 di sistem kamu untuk menghindari hal serupa. Alangkah lebih baik, jika kamu selalu mengupdate sistem operasi juga aplikasi yang kamu gunakan.


Like it? Share with your friends!

Comments

error: Content is protected !!